Hi, ! Selamat Datang di Blognya SANTEL-PDE SETDAKAB.PIDIE. | About Us | Contact | Register | Sign In
cerdas,profesional,iklas dalam E-Gov dan data "Tingkatkan Kwalitas,Kwantitas serta kesinambungan Pembangunan Pidie"
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 25 Desember 2012

Pemkab Pidie Bangun RPH di Beureunuen

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie pada awal tahun 2013 mendatang akan membangun Rumah Potong Hewan (RPH) di Beureunuen, Kecamatan Mutiara. Untuk program tersebut Pemprov Aceh akan mengucurkan dana Rp 800 juta melalui APBA 2013.

“Dana pembangunannya bersumber dari APBA TA 2013 sebesar Rp 800 juta. Ditargetkan pada Januari 2013 RPH tersebut sudah mulai dibangun,”kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Pidie, drh Anas Abdullah kepada Serambi Minggu kemarin.

Anas mengaku, tujuan dibangunannya RPH itu adalah guna menghasilkan daging sapi yang aman, sehat, dan halal untuk kosumsi masyarakat Pidie.

Selama ini Pidie, sebutnya, tidak memiliki RPH standar, tapi hanya aladarnya seperti halnya rumah potong di kompleks pasar Pante Tengah, Kecamatan Kota Sigli, yang tidak memiliki fasilitas memadai.

Dikatakan, RPH standar yang akan dibangun di Beureunuen di atas areal satu hektar berupa bangunan fisik dan fasilitas pendukung.Pembangunan RPH itu diusulkannya menyusul adanya perintah bupati dan wakil bupati agar Pidie sudah selayaknya memiliki RPH standar, agar masyarakat dapat mengkosumsi daging yang baik.

“Kita tidak hanya membangun fasilitas RPH, secara bersamaan pihak dinas terkait akan melakukan sosialisasi fasilitas RPH kepada para

pedagang daging sapi dan konsumen tentang daging sapi yang aman, sehat dan halal dikonsumsi. Menurut Anas, melihat kondisi saat ini Pidie tidak hanya membutuhkan satu unit RPH standar, tapi juga harus ditambah satu unit lagi di pinggiran Sigli dan ini akan diusulkan ke Pemerintah Provinsi Aceh untuk tahap berikutnya.

Dia menambahkan, pedagang daging sapi yang selama ini berjualan di beberapa lokasi juga perlu direlokasi ke satu tempat agar tertata dengan baik.(aya)

Read More »
09.50.00 | 0 komentar

Sabtu, 22 Desember 2012

Korban Tewas di Jalan Raya di Pidie Meningkat

SIGLI - Hingga menjelang berakhirnya tahun 2012, angka korban tewas di jalan raya di jajaran Polres Pidie meningkat jika dibandingkan angka korban tewas di jalan raya pada tahun 2011.

“Sejak Januari hingga November tahun ini, korban yang meninggal di jalan raya meningkat jumlahnya mencapai 84 orang. Sementara angka kecelakaan lalulintas menurun jumlahnya 117 kasus dibandingkan tahun lalu,” kata Kapolres Pidie, AKBP Dumadi, melalui Kabag Op Kompol Nazaruddin SH MM kepada Serambi Jumat (21/12) di sela-sela apel gelar pasukan ops lilin rencong 2012 di Polres Pidie.

Adapun pada tahun 2011, kata Nazaruddin, jumlah korban meninggal dunia di jalan raya 72 orang, dari 117 kasus kecelakaan. Selain itu, kata Nazaruddin, jumlah kasus kriminalitas yang ditangani jajaran Polres Pidie berjumlah 495 kasus pada tahun ini. Angka itu terjadi kenaikan dibandingkan pada 2011 yang hanya berjumlah 395 kasus.

Kasus kriminalitas paling menonjol, kata Nazaruddin, adalah kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Lalu, kasus penganiayaan, narkotika, pencurian, judi, penipuan, penadah curanmor, kekerasan di dalam rumah tangga.

Di bidang lain, kata Nazaruddin, untuk mengamankan natal dan tahun baru 2013. Polres Pidie telah mengerahkan 285 personel polisi yang dipimpin Kasat Sabara Polres Pidie, AKP Achmad Fauwak M. Dikatakan, dalam ops lilin rencong itu polisi dibantu 30 TNI, 30 Sapol-PP, 30 petugas dari Dinas Perhubungan dan Informatika Komunikasi Pidie serta 5 personel POM TNI-AD.        

Sasaran pengamanan, katanya, di jalan raya terhadap masayarakat yang melaksanakan tahun baru di Medan maupun di Banda Aceh. Selain itu, kata Nazaruddin, petugas memberikan rasa aman terhadap rumah warga karena pergi merayakan tahun baru. “Kami juga mengamankan tempat keramaian seperti lokasi wisata dan pasar, sarana ibadah serta pengawasan bank diperketat jelang tahun baru. Ini sebagai bentuk untuk menekan angka kejahatan dan premanisme,” demikian Kompol Nazaruddin.(naz)

kasus menonjol 2012

* Curanmor 78 kasus
* Penganiayaan 61 kasus
* Narkotika 51 kasus
* Pencurian 51 kasus
* Judi 28 kasus
* Penipuan 28 kasus
* Penadah curanmor 37 kasus
* KDRT 24 kasus

Sumber : Serambi.news

Read More »
12.16.00 | 1 komentar

Rabu, 19 Desember 2012

Disdik Pidie Data Peserta UN 2013

SIGLI - Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie, mulai mendata jumlah peserta Ujian Nasional (UN) tahun 2013. Ditargetkan akhir Januari tahun depan pendataan sudah selesai. “Kita data peserta UN secara online berdasarkan petunjuk provinsi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Drs H Bukhari Thahir MPd kepada Serambi, Jumat (14/12).

Dia menjelaskan, pendataan secara online peserta UN dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. “Kita target tahun depan hasil UN harus lebih baik dari tahun ini,” ujar Bukhari. Di sisi lain, ia mengimbau kepala sekolah dan guru membantu mempersiapkan anak supaya mampu ikut UN. “Latihlah memecahkan soal-soal UN supaya anak terbiasa,” katanya.(aya)
Sumber : aceh.tribunnews.com

Read More »
12.19.00 | 1 komentar

Selasa, 18 Desember 2012

Berharap Pemkab Pidie Peduli Situs Budaya, MAPESA Bersihkan Makam Syaikh 'Abdur Rahim bin Shalih Al-Madaniy

Sebagai bentuk kesadaran sejarah dan kecintaan terhadap para pendahulu, LSM MAPESA ( Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan didukung oleh LSM GENBER (Generasi Bercahaya Aceh) serta Komunitas I love Aceh laksanakan Meuseuraya (gotong royong ) di Pidie (Minggu 16 Desember 2012).
 
Kepada SuaraAceh.com, Mawardi Usman, ketua MAPESA mengatakan, mereka telah membersihkan makam yang telah di terjemahkan oleh ahli epigrafi dari CISAH (Central Information for Samudera Pasai Heritage) dengan nama Syaikh 'Abdur Rahim bin Shalih Al-Madaniy. Beliau wafat pada hari Jum'at dalam bulan Ramadhan pada tahun 900-an hijriyah, abad ke-10 H/16 M.

Gotongroyong ini berlokasi di makam Meunasah Keuteumbu, Sanggeu, Pidie, Aceh. Menurut Mawardi,   alhamdulillah pengerjaannya hanya membutuhkan waktu satu jam setengah, kondisi memang tidak begitu semak dikarenakan di sekitarnya sudah dijadikan makam keluarga yang punya tanah dan yang anehnya masyarakat dekitar tidah ada yang mengetahui bahwa yang di makam itu adalah sang ulama besar, ujarnya.
Mawardi berharap, agar pemerintah Pidie sesegera mungkin mendaftar situs ini menjadi situs cagar budaya. Kalau kita sendiri tidak bisa menghargai sejarah kita, siapa lagi yang akan menghargainya. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang mennghargai jasa para pahlawannya? (tz)

Sumber : suaraaceh.com

Read More »
03.27.00 | 1 komentar

PERANG MERIAM BAMBU DI PIDIE


Senja mulai merambat di ufuk barat, langit memerah indah karena sinar mentari yg mulai tenggelam kembali ke peraduannya. Kekompakan sejumlah pemuda dan anak-anak di mukim Garot dan sekitarnya yg di pisahkan aliran sungai (krueng) baroe, PIDIE mulai mengatur posisi meriam bambu dan karbit di tepi sungai desa masing-masing.

Sesuai dg kesepakatan yg tak tertulis, perang meriam bambu juga melibatkan meriam karbit yg sudah menjadi tradisi menyambut Lebaran Idul Fitri sejak puluhan tahun lalu yg di adakan setiap malam kedua lebaran. Perang budee trieng (meriam bambu) yg biasa berlangsung pd malam lebaran pertama di tunda menjadi malam lebaran kedua. Ada imbauan supaya tidak melakukan kegiatan bersifat huru hara pd malam takbiran.

Festival perang meriam bambu ini telah berlangsung selama puluhan tahun lalu. Namun, tidak dapat di peroleh imformasi yg akurat tentang asal muasal munculnya tradisi yg melibatkan puluhan desa di sepanjang aliran krueng baroe dan krueng Rubee ini. Tradisi ini sempat menghilang pd tahun 2000, seiring membaranya kembali konflik bersenjata di Aceh, pascaruntuhnya pemerintahan Orde Baru dan di cabutnya status DOM di Aceh. Saat itu aparat keamanan melarang segala bunyi-bunyian yg mirip suara bahan peledak, termasuk meriam bambu dan bom karbit.
Tapi, pasca pendeklerasian piagam GARDA MoU Helsinki suasana perang meriam bambu kian MembahaNa bak medan perang yg lebih dahsyat di banding Perang Dunia II.
Sebagai gambaran, karnavaL perang meriam bambu yg melibatkan puluhan desa di tiga kecamatan (Garot, Indrajaya dan Delima) di sepanjang aliran sungai krueng baroe dan krueng rubee ini, bisa menghabiskan dana 100 juta. Biaya tersebut di peroleh dari sumbangan warga yg umumnya merupakan perantau.
Bahkan di Ulee Tutue Raya Aree, pengumpulan dana di lakukan hingga ke Malaysia & Australia, dua negara yg memang menjadi tujuan utama PERANTAU ASAL PIDIE..

SUDAH SAATJIH KARNAVAL BUDEE TRIENG NYOE TAPROMOSI SAMPE U LUWA NANGGROE SUPAYA DUNIA INTERNASIONAL BERDECAK KAGUM KEU Komunitas Pidie Raya Sigom Donya ATAU BILA PEURLEE LON TUAN Amad SAleem SEULAKU WAREUGA PIDIE MENYAMPAIKAN KE UNESCO AGAR MEMASUKKAN KE Guinness World Records.

KIBAN SYEDARA-SYEDARA LON ....
NA MEUTRAAAPPPPPPP...????????

Read More »
03.21.00 | 1 komentar