Hi, ! Selamat Datang di Blognya SANTEL-PDE SETDAKAB.PIDIE. | About Us | Contact | Register | Sign In
cerdas,profesional,iklas dalam E-Gov dan data "Tingkatkan Kwalitas,Kwantitas serta kesinambungan Pembangunan Pidie"

Rabu, 03 Oktober 2012

Program Imunisasi Bayi


Program Imunisasi Berhasil Tekan Morbiditas dan Mortalitas Tujuh Penyakit di Indonesia
pekan_imunisasi_nasional
Jakarta, 14 Oktober 2011, Program Imunisasi berhasil menekan morbiditas dan mortalitas tujuh penyakit di Indonesia (Tuberkulosis, Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis, Campak, dan Hepatitis B), meskipun untuk eradikasi, eliminasi, atau reduksi dari penyakit-penyakit ini masih diperlukan keras dan cerdas.
Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, dalam Pertemuan Koordinasi dalam Rangka Persiapan Tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin dan Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio 2011 di 17 Provinsi. Turut hadir dalam pertemuan ini, Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri Bidang Pemerintahan, Dr Made Suwandi Msoc.sc; Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE; Gubernur; Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi; Perwakilan WHO SEARO, Dr. Monir Islam; Perwakilan WHO dan UNICEF untuk Indonesia.

“Pembasmian penyakit ini bukan hanya menghilangkan penderitaan, morbiditas, mortalitas dan disabilitas pada manusia yang diakibatkannya, tetapi juga menghilangkan kerugian moril dan materil”, jelas Menkes.
Kasus polio  sudah tidak ditemukan lagi di Indonesia sepanjang lima tahun terakhir ini. Tetapi upaya eradikasi polio masih harus dilanjutkan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Polio, sebagai bagian dari upaya eradikasi polio regional dan global. Untuk kasus tetanus maternal dan neonatal telah dinyatakan mencapai tahap eliminasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, langkah-langkah mewujudkan reduksi dan eliminasi campak di Tanah Air masih harus dilaksanakan.

Salah satu tantangan yang dihadapi, setelah  penerapan desentralisasi ada Pemerintah Daerah yang tidak menempatkan imunisasi sebagai prioritas dalam alokasi anggarannya. Padahal, keberhasilan Program Imunisasi sangat ditentukan oleh kuatnya komitmen, dukungan biaya operasional, dan dukungan sumber daya lainnya  dari jajaran Pemerintah Daerah.

“Pemerintah Pusat telah menyediakan vaksin, alat suntik, dukungan rantai dingin atau cold chain untuk seluruh Indonesia  dan menyediakan Bantuan Operasional Kesehatan atau BOK untuk seluruh Puskesmas. Maka,  menjadi tanggung-jawab Pemerintah Daerah setempat untuk  menyukseskan program imunisasi dengan semua dukungan yang menjadi kewenangan dan urusannya, demi kesehatan dan kesejahteraan rakyat  di wilayah otonominya”, ujar Menkes.

Tantangan lain adalah berbagai perubahan di masyarakat yang menuntut kepiawaian seluruh jajaran pemerintah dalam berkomunikasi dan meyakinkan seluruh lapisan masyarakat, baik tokoh masyarakat,  lembaga swadaya masyarakat, media masa, dan swasta, tentang pentingnya  dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam seluruh  program kesehatan, termasuk program imunisasi.

Program Imunisasi di Indonesia dimulai pada tahun 1956 dan pada tahun 1990, kita telah mencapai  status Universal Child Immunization (UCI), yang merupakan suatu tahap  dimana cakupan imunisasi di suatu tingkat  administrasi telah mencapai  80% atau lebih. Tetapi kita masih memiliki tantangan mewujudkan 100% UCI Desa/Kelurahan pada tahun 2014, yang berarti cakupan   imunisasi di seluruh desa dan kelurahan  di Indonesia telah mencapai 80% atau lebih.

Indonesia bersama seluruh negara anggota WHO di Regional Asia Tenggara telah menyepakati  tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI). Hal ini sejalan dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional atau GAIN UCI yang bertujuan meningkatkan cakupan dan pemerataan pelayanan imunisasi sampai ke seluruh desa di Indonesia.

Untuk maksud tersebut,  pada tanggal 18 Oktober 2011  akan dilaksanakan Pencanangan Kampanye Pemberian Imunisasi Tambahan Campak dan Polio kepada Balita di 17 Provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Lampung, Papua, NTB dan seluruh Provinsi di Kalimantan dan Sulawesi.

Melalui kesempatan tersebut, Menkes mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh pihak bagi suksesnya Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin dan membantu menggerakkan Kampanye Pemberian Imunisasi Tambahan Campak dan Polio kepada Balita di 17 Provinsi.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52960661, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567, atau alamat e-mail kontak@depkes.go.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . (my)


Share this article now on :
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 comment

5 Februari 2013 21.20

Mampir ke lapak kami yah bisa lihat-lihat atau kalau mau jual jual beli laptop malang

Terimakasih wahana laptop atas Komentarnya di Program Imunisasi Bayi

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))