Hi, ! Selamat Datang di Blognya SANTEL-PDE SETDAKAB.PIDIE. | About Us | Contact | Register | Sign In
cerdas,profesional,iklas dalam E-Gov dan data "Tingkatkan Kwalitas,Kwantitas serta kesinambungan Pembangunan Pidie"

Selasa, 18 Desember 2012

PERANG MERIAM BAMBU DI PIDIE


Senja mulai merambat di ufuk barat, langit memerah indah karena sinar mentari yg mulai tenggelam kembali ke peraduannya. Kekompakan sejumlah pemuda dan anak-anak di mukim Garot dan sekitarnya yg di pisahkan aliran sungai (krueng) baroe, PIDIE mulai mengatur posisi meriam bambu dan karbit di tepi sungai desa masing-masing.

Sesuai dg kesepakatan yg tak tertulis, perang meriam bambu juga melibatkan meriam karbit yg sudah menjadi tradisi menyambut Lebaran Idul Fitri sejak puluhan tahun lalu yg di adakan setiap malam kedua lebaran. Perang budee trieng (meriam bambu) yg biasa berlangsung pd malam lebaran pertama di tunda menjadi malam lebaran kedua. Ada imbauan supaya tidak melakukan kegiatan bersifat huru hara pd malam takbiran.

Festival perang meriam bambu ini telah berlangsung selama puluhan tahun lalu. Namun, tidak dapat di peroleh imformasi yg akurat tentang asal muasal munculnya tradisi yg melibatkan puluhan desa di sepanjang aliran krueng baroe dan krueng Rubee ini. Tradisi ini sempat menghilang pd tahun 2000, seiring membaranya kembali konflik bersenjata di Aceh, pascaruntuhnya pemerintahan Orde Baru dan di cabutnya status DOM di Aceh. Saat itu aparat keamanan melarang segala bunyi-bunyian yg mirip suara bahan peledak, termasuk meriam bambu dan bom karbit.
Tapi, pasca pendeklerasian piagam GARDA MoU Helsinki suasana perang meriam bambu kian MembahaNa bak medan perang yg lebih dahsyat di banding Perang Dunia II.
Sebagai gambaran, karnavaL perang meriam bambu yg melibatkan puluhan desa di tiga kecamatan (Garot, Indrajaya dan Delima) di sepanjang aliran sungai krueng baroe dan krueng rubee ini, bisa menghabiskan dana 100 juta. Biaya tersebut di peroleh dari sumbangan warga yg umumnya merupakan perantau.
Bahkan di Ulee Tutue Raya Aree, pengumpulan dana di lakukan hingga ke Malaysia & Australia, dua negara yg memang menjadi tujuan utama PERANTAU ASAL PIDIE..

SUDAH SAATJIH KARNAVAL BUDEE TRIENG NYOE TAPROMOSI SAMPE U LUWA NANGGROE SUPAYA DUNIA INTERNASIONAL BERDECAK KAGUM KEU Komunitas Pidie Raya Sigom Donya ATAU BILA PEURLEE LON TUAN Amad SAleem SEULAKU WAREUGA PIDIE MENYAMPAIKAN KE UNESCO AGAR MEMASUKKAN KE Guinness World Records.

KIBAN SYEDARA-SYEDARA LON ....
NA MEUTRAAAPPPPPPP...????????
Share this article now on :
Comments
3 Comments

+ komentar + 3 komentar

5 Februari 2013 21.19

Mampir ke lapak kami yah bisa lihat-lihat atau kalau mau jual jual beli laptop malang

Terimakasih wahana laptop atas Komentarnya di PERANG MERIAM BAMBU DI PIDIE
23 Maret 2015 23.38

Sukes selalu, berbagi Info buat rekan akademika.
Selamat siang, informasi Seminar Internasional di Jogja tahun 2015 ini di Mercu Buana Yogya. Info lengkap mohon bisa dilihat di :
Seminar internasional 2015

Trima kasih

Terimakasih Liburan di Pacitan atas Komentarnya di PERANG MERIAM BAMBU DI PIDIE
8 Oktober 2015 10.43

Benar-benar berita yang menarik dan enak dibaca
Sejarah Penemuan Sandal Santai
Terima kasih atas berita yang sangat menarik ini

Terimakasih adipati atas Komentarnya di PERANG MERIAM BAMBU DI PIDIE

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))